Masjid Agung Tasikmalaya: Masjid Bersejarah di Alun-Alun Kota Santri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kembali lagi di blog yukatasik.com, teman-teman!

Nah, teman-teman, kali ini saya mau mengajak teman-teman mengenal salah satu tempat paling ikonik di Tasikmalaya. Namanya Masjid Agung Tasikmalaya. Kalau teman-teman pernah lewat Alun-Alun Kota Tasikmalaya, pasti sudah tidak asing dengan bangunan yang satu ini. Menaranya yang menjulang dan warna kuning emasnya langsung terlihat dari kejauhan. Jadi, kalau teman-teman sedang merencanakan jalan-jalan ke pusat kota, langsung saja simak artikel ini sampai habis, karena masjid ini bukan sekadar tempat salat, tapi juga saksi sejarah panjang Kota Santri.

Masjid Agung Tasikmalaya di Alun-Alun Kota Tasikmalaya
Masjid Agung Tasikmalaya. Foto: A2613 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).

Foto: A2613 via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Lihat halaman file aslinya.

Di Mana Letak Masjid Agung Tasikmalaya

Masjid Agung Tasikmalaya berada di Jalan Mesjid Agung Nomor 01, Yudanagara, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Lokasinya persis di kawasan Alun-Alun Kota Tasikmalaya, jadi sangat mudah ditemukan, teman-teman. Teman-teman yang datang dari arah mana pun di pusat kota, tinggal mengarahkan kendaraan ke Alun-Alun, dan masjidnya sudah berdiri megah di sana.

Nah, satu hal yang membuat masjid ini begitu strategis adalah posisinya yang berada di jantung kota. Dari Stasiun Tasikmalaya, jaraknya sekitar satu kilometer saja. Kemudian, kawasan di sekitarnya juga selalu hidup. Ada Alun-Alun yang jadi ruang berkumpul warga, ada pedagang, dan ada arus kendaraan yang tidak pernah benar-benar sepi. Jadi, berkunjung ke sini itu gampang, tidak perlu masuk gang kecil atau menempuh perjalanan jauh seperti kalau kita pergi ke pantai selatan atau ke curug di pelosok kabupaten.

Buat teman-teman yang baru pertama kali ke Tasikmalaya, masjid ini bisa jadi patokan yang sangat membantu. Kalau sudah sampai di Masjid Agung, berarti teman-teman sudah berada di pusat kota. Dari sini, teman-teman bisa lanjut jalan kaki santai mengelilingi Alun-Alun, atau melanjutkan perjalanan ke tempat lain di dalam kota.

Sejarah Singkat: Dibangun 1886, Selesai 1888

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling menarik, yaitu sejarahnya. Menurut sebagian besar sumber yang saya cek, Masjid Agung Tasikmalaya mulai dibangun pada tahun 1886 dan selesai dibangun pada tahun 1888. Jadi, usianya sekarang sudah lebih dari 130 tahun, teman-teman. Bayangkan, masjid ini sudah berdiri sejak zaman kolonial, dan masih kokoh sampai hari ini.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Raden Tumenggung Aria Surya Atmadja, yang waktu itu menjabat sebagai Bupati Sumedang. Kemudian, masjid ini diserahkan kepada Patih Tasikmalaya, yaitu Patih Demang Sukma Amijaya. Pengelolaan pertamanya dipegang oleh Raden Haji Abu Bakar. Jadi, sejak awal, masjid ini memang dibangun sebagai pusat kegiatan keislaman masyarakat Tasikmalaya, bukan sekadar bangunan pelengkap kota.

Perjalanan masjid ini tentu tidak selalu mulus. Selama lebih dari satu abad, masjid ini sudah beberapa kali direnovasi, antara lain pada tahun 1923, 1973, dan 1982. Kemudian, ada satu peristiwa besar yang patut dicatat, yaitu gempa besar pada tahun 1977 yang merusak sebagian bangunan. Akibat gempa itu, masjid harus diperbaiki secara besar-besaran, bukan sekadar tambal sulam. Setelah itu, pada awal tahun 2000-an, masjid kembali mengalami renovasi besar sehingga tampilannya menjadi seperti yang kita lihat sekarang, dengan aksen kuning emas yang khas.

Nah, teman-teman, soal tahun-tahun ini, saya perlu jujur. Ada beberapa sumber yang menyebut tahun berbeda untuk awal pembangunan dan untuk renovasi besar terakhir. Ada yang menyebut tahun 2000, ada yang menyebut tahun 2002. Karena sumbernya tidak sepakat, di artikel ini saya tulis saja renovasi besar itu terjadi pada awal tahun 2000-an, tanpa mengunci satu tahun yang masih diperdebatkan. Prinsipnya sama seperti artikel-artikel sebelumnya di blog ini: kalau belum bisa dipastikan, lebih baik ditulis apa adanya, daripada mengarang kepastian.

Arsitektur dan Filosofi di Balik Bangunannya

Kalau teman-teman memperhatikan bangunan Masjid Agung Tasikmalaya dari depan, ada beberapa ciri yang langsung terasa. Pertama, ada lima atap berbentuk kerucut. Nah, lima atap ini bukan sekadar hiasan, teman-teman. Lima atap ini melambangkan salat lima waktu dan rukun Islam yang lima. Jadi, setiap kali kita memandang atapnya, kita diingatkan pada kewajiban dasar seorang muslim.

Kemudian, ada empat menara yang tingginya masing-masing 33 meter. Empat menara ini melambangkan empat ilmu, dan tinggi 33 meternya melambangkan hitungan zikir, yaitu 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 33 kali takbir. Jadi, arsitektur masjid ini memang sarat makna, bukan sekadar megah di luar saja.

Selain itu, masjid ini berdiri di atas lahan seluas 7.215 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 2.456 meter persegi. Gaya bangunannya memadukan unsur neoklasik dengan sentuhan Sunda, Jawa, dan Eropa. Perpaduan ini bisa teman-teman rasakan dari bentuk atapnya yang mengingatkan pada masjid-masjid Jawa tempo dulu, tapi dengan detail bangunan yang terasa lebih modern dan megah.

Di salah satu bagian taman masjid, ada pendopo tempat meletakkan sebuah bedug besar. Nah, bedug ini sering jadi perhatian pengunjung, karena ukurannya memang besar dan letaknya mudah terlihat. Saya tidak akan mengklaim rekor apa pun soal bedug ini di sini, karena klaim rekor itu masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Yang jelas, bedug besar di pendopo itu sudah menjadi salah satu ciri khas masjid ini.

Bukan Sekadar Tempat Salat

Masjid Agung Tasikmalaya itu, teman-teman, bukan hanya tempat salat lima waktu. Masjid ini adalah pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Ada pengajian, ada kegiatan sosial, dan ada berbagai aktivitas keislaman yang melibatkan warga sekitar. Pada hari-hari besar Islam, kawasan masjid dan Alun-Alun di depannya menjadi sangat ramai, karena jamaah datang dari berbagai penjuru kota.

Inilah yang membuat julukan Kota Santri untuk Tasikmalaya terasa nyata di tempat ini. Tasikmalaya dikenal dengan banyaknya pesantren dan kuatnya kehidupan keagamaan masyarakatnya. Nah, Masjid Agung ini adalah salah satu pusatnya. Jadi, kalau teman-teman ingin merasakan denyut kehidupan religius kota ini, datanglah ke sini, duduk sejenak di serambinya, dan rasakan suasananya.

Buat teman-teman yang suka wisata sejarah dan budaya, masjid ini juga sangat layak masuk daftar kunjungan. Sama seperti Kampung Naga yang menyimpan adat Sunda tempo dulu, Masjid Agung menyimpan sejarah perkembangan Islam di Tasikmalaya. Bedanya, kalau Kampung Naga itu jauh di lembah Salawu, masjid ini ada di tengah kota, jadi bisa dikunjungi kapan saja saat teman-teman sedang berada di pusat kota.

Jangan Tertukar dengan Masjid Agung Manonjaya

Nah, ini penting, teman-teman, supaya tidak salah alamat. Di Tasikmalaya, ada dua masjid agung yang namanya mirip. Yang kita bahas di artikel ini adalah Masjid Agung Tasikmalaya yang ada di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Kecamatan Tawang. Sedangkan Masjid Agung Manonjaya itu masjid yang berbeda, lokasinya di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Jadi, kalau teman-teman mencari di peta atau bertanya ke warga, pastikan menyebut Masjid Agung di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, supaya tidak diarahkan ke Manonjaya.

Kesalahan seperti ini sering terjadi, karena foto-foto kedua masjid itu juga sering tercampur di internet. Nah, foto di artikel ini adalah foto Masjid Agung Tasikmalaya yang benar, yaitu yang ada papan namanya di depan dan menaranya yang kembar. Kalau teman-teman sampai di lokasi dan melihat papan nama itu, berarti teman-teman sudah sampai di tempat yang tepat.

Tips Berkunjung dengan Adab

Karena masjid ini adalah masjid yang aktif digunakan untuk ibadah, ada beberapa adab yang perlu teman-teman jaga saat berkunjung. Tenang saja, aturannya tidak sulit, kok. Ini daftar singkatnya:

  • Berpakaian sopan dan menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan.
  • Lepas alas kaki di tempat yang sudah disediakan, dan jaga kebersihan area masjid.
  • Jaga ketenangan, jangan berisik, apalagi saat ada jamaah yang sedang salat.
  • Kalau sekadar ingin melihat-lihat arsitektur dan berfoto, usahakan datang di luar waktu salat berjamaah, supaya tidak mengganggu jamaah.
  • Jangan memotret jamaah yang sedang salat dari dekat tanpa izin, hargai privasi mereka.
  • Untuk jam buka dan info praktis lainnya, cek info terbaru di lokasi, karena jadwal kegiatan masjid bisa berubah sesuai agenda pengurus.

Nah, tips terakhir itu penting, teman-teman. Masjid ini adalah rumah ibadah yang hidup, bukan museum dengan jam buka yang kaku. Jadi, kalau teman-teman merencanakan kunjungan rombongan atau ingin ikut kegiatan tertentu, lebih baik tanyakan dulu ke pengurus masjid di lokasi.

Menutup Kunjungan di Alun-Alun

Setelah dari masjid, teman-teman bisa melanjutkan santai di Alun-Alun Kota Tasikmalaya yang ada tepat di depannya. Duduk di bangku taman, melihat anak-anak bermain, atau sekadar menikmati suasana sore di pusat kota, itu sudah jadi hiburan tersendiri. Kawasan ini memang selalu hidup, jadi cocok buat teman-teman yang suka suasana kota yang ramai tapi tetap santai.

Kemudian, kalau teman-teman masih punya waktu lebih di Tasikmalaya, masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Buat yang suka pantai, ada Pantai Cipatujah di pesisir selatan. Buat yang suka petualangan alam, ada Tonjong Canyon dengan sungai hijau toskanya. Nah, jadi, satu perjalanan ke Tasikmalaya itu bisa dipadukan: wisata religi di pusat kota, lalu wisata alam di kabupaten. Lengkap, teman-teman.

Jadi, kesimpulannya, Masjid Agung Tasikmalaya adalah tempat yang wajib disinggahi kalau teman-teman datang ke Kota Tasikmalaya. Sejarahnya panjang, arsitekturnya sarat makna, lokasinya strategis di Alun-Alun, dan suasananya mewakili julukan Kota Santri dengan sangat baik. Tidak perlu biaya besar, tidak perlu perjalanan jauh, cukup datang dengan adab yang baik, dan teman-teman sudah bisa membawa pulang pengalaman wisata religi yang berkesan.

Nah, teman-teman, bagaimana menurut teman-teman? Apakah teman-teman sudah pernah salat atau sekadar mampir ke Masjid Agung Tasikmalaya? Atau mungkin teman-teman punya cerita tentang Alun-Alun Tasikmalaya tempo dulu? Silakan tulis di kolom komentar, ya. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman yang sedang merencanakan jalan-jalan ke Tasikmalaya, supaya makin banyak yang kenal dengan ikon Kota Santri ini. Semoga bermanfaat, teman-teman. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masjid Agung Tasikmalaya: Masjid Bersejarah di Alun-Alun Kota Santri"

Posting Komentar