Kuliner Khas Tasikmalaya: 6 Legenda dari Nasi Tutug Oncom sampai Es Sirop Bojong

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kembali lagi di blog yukatasik.com, teman-teman!

Nah, teman-teman, akhir-akhir ini Tasikmalaya lagi ramai banget dibicarakan di media sosial. Mulai dari festival cahaya Lumiland yang lagi heboh di Dadaha, sampai konten-konten kulineran yang viral, salah satunya video perjalanan kuliner Bandung ke Tasikmalaya yang ditonton puluhan ribu orang. Ternyata, banyak juga orang luar kota yang penasaran sama kuliner khas Tasikmalaya, loh.

Jadi, pada artikel kali ini, saya mau ajak teman-teman buat berburu kuliner legendaris di Tasikmalaya. Ini dia daftarnya, langsung saja kita bahas satu per satu.

1. Nasi Tutug Oncom, Ikon Kuliner yang Wajib Dicoba

Kalau ngomongin kuliner Tasikmalaya, rasanya belum sah kalau belum nyobain nasi tutug oncom. Buat teman-teman yang belum tahu, nasi tutug oncom atau yang biasa disingkat nasi TO ini adalah nasi yang dicampur dengan oncom yang sudah dibumbui, biasanya disajikan dengan lauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, lalapan, dan sambal yang pedasnya nendang.

Nah, kabar baiknya, warung nasi TO ini gampang banget ditemui di Tasikmalaya. Ada beberapa nama yang cukup terkenal dan punya banyak penggemar:

  • Nasi TO Kalektoran, lokasinya di Jalan Kalektoran, sekitar 100 meter dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Pas banget buat mampir setelah jalan-jalan di sekitar pusat kota.
  • TO Mughni, terkenal dengan nasi tutug oncomnya yang gurih, disajikan dengan pilihan lauk ayam, telur, sampai ikan.
  • Nasi TO Warung Aris, di Jalan Ranca Bango, Bantarsari, Bungursari. Ratingnya bagus, 4,6 dari puluhan ulasan di Google.

Soal harga, nasi TO ini termasuk kuliner yang ramah di kantong. Untuk info harga terbaru, teman-teman bisa cek langsung di lokasi ya, karena harga bisa berubah sewaktu-waktu.

2. Es Sirop Bojong Ibu Momoh, Legenda Sejak 1972

Lanjut ke yang segar-segar, teman-teman. Kalau perut sudah kenyang makan nasi TO, saatnya menutup dengan minuman legendaris: Es Sirop Bojong Ibu Momoh.

Ini bukan es campur biasa, teman-teman. Es Sirop Bojong ini sudah berjualan sejak tahun 1972. Dirintis oleh Ibu Momoh (Hj. Siti Momoh), awalnya beliau berjualan di Jalan Bojong, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Makanya namanya "Bojong", diambil dari nama daerah tempat pertama kali beliau berjualan. Kemudian pada tahun 1991, kedainya pindah ke Jalan Ampera Barat No. 207, Panglayungan, Tasikmalaya, dan bertahan sampai sekarang.

Keunikan es ini terletak pada penggunaan santan sebagai bahan dasar, berbeda dengan es campur kebanyakan yang pakai susu kental manis. Isinya juga melimpah: ada alpukat, tape ketan hitam, nangka kuning, kelapa muda, nanas, cincau, sampai durian buat yang suka. Kombinasi gurihnya santan dengan manisnya buah-buahan ini yang bikin rasanya khas dan susah dilupakan.

Soal harga, Es Sirop Bojong Ibu Momoh ini terkenal terjangkau, mulai dari Rp10.000 sampai Rp20.000 per gelas tergantung varian isiannya. Selain es, kedai ini juga menyediakan siomay ikan kukus sebagai pelengkap. Oh iya, buat teman-teman yang mau mampir, hati-hati ya, karena banyak penjual lain yang memakai nama "Bojong". Yang asli itu yang di Jalan Ampera Barat No. 207, warisan Ibu Momoh langsung.

3. Mie Baso Adis, Favorit di Dekat Alun-Alun

Kemudian, buat pecinta bakso, Tasikmalaya juga punya jagoannya. Salah satunya adalah Mie Baso Adis yang lokasinya strategis, dekat dengan Alun-Alun Tasikmalaya. Gampang banget dicari, teman-teman.

Menu yang disajikan cukup beragam, ada Mie Baso Biasa, Mie Baso Tahu, sampai Mie Baso Komplit. Baksonya empuk, kuahnya gurih, dan pangsitnya juga tidak kalah menggoda. Harganya pun bersahabat, mulai dari Rp15.000 sampai Rp25.000 per porsi. Cocok banget buat makan siang atau makan malam bareng keluarga.

Bakso ini juga sempat masuk dalam video kuliner viral yang saya sebut di awal tadi, jadi memang sudah terbukti disukai banyak orang, termasuk para pemburu kuliner dari luar kota.

4. Baso Mas Wiji (UNSIL), Legenda Anak Kampus

Masih soal bakso, teman-teman. Ada satu lagi nama yang tidak boleh dilewatkan: Baso Mas Wiji, yang dikenal juga dengan sebutan Baso Mas Wiji UNSIL karena lokasinya dekat kampus.

Alamatnya di Jalan Siliwangi, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Tempatnya nyaman, parkirnya luas, dan pelayanannya cepat. Ciri khasnya adalah kuah yang harum bawang putih, baksonya padat dengan daging sapi yang terasa, plus tambahan bihun dan mie. Di Google, tempat ini mengantongi rating 4,6 dari para pengunjung, jadi kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Jam bukanya mulai pukul 09.00 sampai 18.00 WIB setiap hari. Jadi kalau teman-teman main ke Tasikmalaya siang hari, ini bisa jadi pilihan makan siang yang pas.

5. Bubur Ayam Mang Engkus, Sarapan Favorit Warga

Nah, buat teman-teman yang suka sarapan bubur ayam, di Tasikmalaya ada Bubur Ayam Mang Engkus yang berlokasi di Jalan Tarumanagara, Kota Tasikmalaya.

Bubur ayam ini jadi salah satu pilihan sarapan favorit warga lokal. Tekstur buburnya lembut, topping ayamnya gurih, dan harganya terjangkau. Tempatnya juga nyaman buat makan di tempat, atau bisa juga dibungkus buat dibawa pulang. Buat yang mau info harga dan menu terbaru, langsung cek ke lokasinya ya, teman-teman.

6. Jajanan dan Oleh-Oleh: Makroni sampai Martabak

Terakhir, jangan lupa jajanan khasnya, teman-teman. Tasikmalaya juga terkenal dengan aneka camilan yang cocok buat oleh-oleh. Dalam video kuliner viral kemarin, ada Makroni Mang Ade dengan aneka rasa yang bikin nagih, dan Martabak Ramayana yang terkenal murah dengan topping keju yang royal.

Selain itu, kalau teman-teman mampir ke pasar atau pusat oleh-oleh, jangan lewatkan juga kerupuk, opak, dan aneka camilan khas Sunda lainnya yang banyak dijual di Tasikmalaya.

Tips Berburu Kuliner di Tasikmalaya

Biar pengalaman kulineran teman-teman makin maksimal, ini ada beberapa tips dari saya:

  1. Datang lebih awal. Warung-warung legendaris biasanya ramai, apalagi di jam makan siang dan akhir pekan. Kalau bisa, datang sebelum jam ramai biar tidak antre terlalu lama.
  2. Siapkan uang tunai. Sebagian besar warung legendaris masih menerima pembayaran tunai. Jadi, siapkan uang cash secukupnya ya.
  3. Cek info terbaru. Harga dan jam buka bisa berubah sewaktu-waktu. Kalau ragu, teman-teman bisa cek ulasan terbaru di Google Maps sebelum berangkat.
  4. Gabungkan dengan wisata. Habis kulineran, teman-teman bisa lanjut jalan-jalan. Misalnya, mampir ke festival cahaya Lumiland di Dadaha yang sedang berlangsung sampai 15 November 2026. Kuliner kenyang, mata pun dimanjakan.

Nah, itu dia 6 kuliner khas Tasikmalaya yang wajib teman-teman coba, dari nasi tutug oncom sampai es sirop Bojong yang legendaris. Semuanya punya cerita dan cita rasa khas yang tidak akan teman-teman temukan di kota lain.

Kalau teman-teman punya rekomendasi kuliner Tasikmalaya lainnya yang belum masuk daftar ini, tulis di kolom komentar ya. Atau kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain biar makin banyak yang kenal kuliner Tasikmalaya.

Terima kasih sudah membaca sampai habis, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kuliner Khas Tasikmalaya: 6 Legenda dari Nasi Tutug Oncom sampai Es Sirop Bojong"

Posting Komentar